<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6784071697620191396</id><updated>2011-07-08T21:23:00.737+07:00</updated><category term='kumpulan karya kahlil gibran'/><title type='text'>Maaf blog ini sudah tidah aktif</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fianicha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fian</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6784071697620191396.post-6240425585156914891</id><published>2009-06-25T10:34:00.000+07:00</published><updated>2009-06-25T10:49:26.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kumpulan karya kahlil gibran'/><title type='text'>Mutiara Kata Khalil Gibran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;font-size:100%;" &gt;Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata 'Ibu', dan panggilan paling indah adalah 'Ibuku'. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT SEJATI&lt;br /&gt;Tidak ada sahabat sejati yang ada hanya kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSAHABATAN&lt;br /&gt;Persahabatan itu adalah tanggungjawaban yang manis, bukannya peluang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SULUH HIDUP&lt;br /&gt;Tuhan telah memasang suluh dalam hati kita yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan; berdosalah mereka yang mematikan suluh itu dan menguburkannya ke dalam abu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAIR&lt;br /&gt;Penyair adalah orang yang tidak bahagia, kerana betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair adalah adunan kegembiraan dan kepedihan dan ketakjuban, dengan sedikit kamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair adalah raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam abu istananya dan cuba membangun khayalan daripada abu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUARA KEHIDUPANKU&lt;br /&gt;Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita cuba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEINDAHAN KEHIDUPAN&lt;br /&gt;Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya. Dan kalian  adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu. Keindahan adalah keabadian yag termangu di depan cermin. Dan kalian  adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERPISAHAN&lt;br /&gt;Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMAH&lt;br /&gt;Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar, melainkan tiang utama sebuah kapal layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUISI&lt;br /&gt;Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI&lt;br /&gt;Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDERITAAN&lt;br /&gt;Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya kulit pembungkus kesedaran- seperti pecahnya kulit buah supaya intinya terbuka merekah bagi sinar matahari yang tercurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian memiliki takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan. Jika hati kalian masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian sendiri - ubat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan teguk habis ramuan pahit itu dengan cekal dan tanpa bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT&lt;br /&gt;Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.&lt;br /&gt;Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP MANUSIA&lt;br /&gt;Jauhkan aku dari manusia yang tidak mahu menyatakan kebenaran kecuali jika ia berniat menyakiti hati, dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk, dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan dengan jalan memperlihatkan kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA HATI&lt;br /&gt;Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUTANG KEHIDUPAN&lt;br /&gt;Periksalah buku kenanganmu semalam, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada manusia dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSPIRASI&lt;br /&gt;Inspirasi akan selalu bernyanyi; kerana inspirasi tidak pernah menjelaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POHON&lt;br /&gt;Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit. Kita tebang pohon itu dan menjadikannya kertas, dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FALSAFAH HIDUP&lt;br /&gt;Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERJA&lt;br /&gt;Bekerja dengan rasa cinta, bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. &lt;br /&gt;Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGU GEMBIRA&lt;br /&gt;Alangkah mulianya hati yang sedih tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati yang gembira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBEBASAN&lt;br /&gt;Ada orang mengatakan padaku, "Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan." Kujawab,"Jika engkau melihat ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajaklah berbicara tentang kebebasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG TERPUJI&lt;br /&gt;Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan tetap diam bila tertimpa fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERJALAN SEIRINGAN&lt;br /&gt;Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Kerana aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang menyaksikan perarakan berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA&lt;br /&gt;Doa adalah lagu hati yang membimbing ke arah singgahsana Tuhan meskipun ditingkah oleh suara ribuan orang yang sedang meratap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYIKSAAN&lt;br /&gt;Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi menderita: penindasan pun tak dapat menghancurkan manusia yang berada di pihak Kebenaran: Socrates tersenyum ketika disuruh minum racun, dan Stephen tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang benar-benar menyakitkan hati ialah kesedaran kita yang menentang penyiksaan dan penindasan itu, dan terasa pedih bila kita mengkhianatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA-KATA&lt;br /&gt;Kata-kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan menyedari akan keabadiannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BICARA WANITA&lt;br /&gt;Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak mengatakan apa-apa; tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia akan membuka semua tabir kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEDARAN&lt;br /&gt;Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyedari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILMU DAN AGAMA&lt;br /&gt;Ilmu dan agama itu selalu sepakat, tetapi ilmu dan iman selalu bertengkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI BURUK&lt;br /&gt;Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENUAI CINTA&lt;br /&gt;Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEHIDUPAN&lt;br /&gt;Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERJA&lt;br /&gt;Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMATKAN AKU&lt;br /&gt;Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran kecuali kalau kebenaran itu menyakiti; dan dari orang yang berperilaku baik tetapi berniat buruk; dan dari dia yang memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA&lt;br /&gt;Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA&lt;br /&gt;Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA&lt;br /&gt;Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA&lt;br /&gt;Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA&lt;br /&gt;Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATAS NAMA CINTA&lt;br /&gt;Jangan kaukira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA YANG BERLALU&lt;br /&gt;Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati;&lt;br /&gt;tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA LELAKI&lt;br /&gt;Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKDIR CINTA&lt;br /&gt;Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA PERTAMA&lt;br /&gt;Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik  kepahitan yang penuh misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAFAZ CINTA&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAFAZ CINTA&lt;br /&gt;Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMAH CINTA&lt;br /&gt;Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA DAN AIRMATA&lt;br /&gt;Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANITA&lt;br /&gt;Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGSA&lt;br /&gt;Manusia terbahagi dalam bangsa, negara dan segala perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku warganegara dunia kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESENANGAN&lt;br /&gt;Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama. Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARISAN&lt;br /&gt;Manusia yang memperoleh kekayaannya oleh kerana warisan, membangun istananya dengan yang orang-orang miskin yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESAH HATI&lt;br /&gt;Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburkannya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehinya kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIWA&lt;br /&gt;Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di hujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUAHAN&lt;br /&gt;Setitiss airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan... Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan... dari aku hidup menjemukan dan putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGU KEINDAHAN&lt;br /&gt;Jika kamu menyanyikan lagu tentang keindahan, walau sendirian di puncak gurun, kamu akan didengari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRI&lt;br /&gt;Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan ia mengetahui dirinya dan yang satu lagi membayangkan bahawa orang lain mengetahui ia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMAN MENANGIS&lt;br /&gt;Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAHAMAN DIRI&lt;br /&gt;Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI LELAKI&lt;br /&gt;Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS&lt;br /&gt;Kebanyakan penulis menampal fikiran-fikiran mereka yang tidak karuan dengan bahan tampalan daripada kamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARTA BENDA&lt;br /&gt;Harta benda yang tak punya batas, membunuh manusia perlahan dengan kepuasan yang berbisa. Kasih sayang membangunkannya dan pedih peri nestapa membuka jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OBOR HATI&lt;br /&gt;Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh berdosa jika kita memadamkannya dan mencampakkannya dalam abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEPIAN&lt;br /&gt;Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEABADIAN PANTAI&lt;br /&gt;Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang menyembur hilang buih putih.  Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMAHAMI TEMAN&lt;br /&gt;Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan, maka kamu tidak akan pernah memahaminya sampai bila-bila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA SAMA&lt;br /&gt;Jika di dunia ini ada dua orang yang sama, maka dunia tidak akan cukup besar untuk menampung mereka. &lt;br /&gt;MENCINTAI&lt;br /&gt;Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERMIN DIRI&lt;br /&gt;Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu, kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata, "Aku cinta kamu." Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIJAKSANAAN&lt;br /&gt;Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBENARAN&lt;br /&gt;Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran; satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYANYIAN PANTAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6784071697620191396-6240425585156914891?l=fianicha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianicha.blogspot.com/feeds/6240425585156914891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/mutiara-kata-khalil-gibran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/6240425585156914891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/6240425585156914891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/mutiara-kata-khalil-gibran.html' title='Mutiara Kata Khalil Gibran'/><author><name>fian</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6784071697620191396.post-7182470212494742335</id><published>2009-06-25T09:31:00.002+07:00</published><updated>2009-06-28T15:35:22.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kumpulan karya kahlil gibran'/><title type='text'>Halaman 2</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DUA PUISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad-abad yang lalu, di suatu jalan menuju Athens, dua orang penyair bertemu. Mereka mengagumi satu sama lain. Salah seorang penyair bertanya, "Apa yang kau ciptakan akhir-akhir ini, dan bagaimana dengan lirikmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair yang seorang lagi  menjawab dengan bangga, "Aku tidak melakukan hal lain selain menyelesaikan syairku yang paling indah, kemungkinan merupakan syair yang paling hebat yang pernah ditulis di Yunani. Isinya pujian tentang Zeus yang Mulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia mengambil selembar kulit dari sebalik jubahnya dan berkata, "Ke mari, lihatlah, syair ini kubawa, dan aku senang bila dapat membacakannya untukmu. Ayuh, mari kita duduk berteduh di bawah pohon cypress putih itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu penyair itu membacakan syairnya.  Syair itu panjang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, penyair yang satu berkata, "Itu syair yang indah sekali. Syair itu akan dikenang berabad-abad dan akan membuat engkau masyhur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair pertama berkata dengan tenang, "Dan apa yang telah kau ciptakan akhir-akhir ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair kedua menjawab, "Aku hanya menulis sedikit. Hanya lapan baris untuk mengenang seorang anak yang bermain di kebun." Lalu ia membacakan syairnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair pertama berkata, "Boleh tahan, boleh tahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah dua ribu tahun berlalu, syair lapan baris itu dibaca di setiap lidah, diulang-ulang, dihargai dan selalu dikenang. Dan walaupun syair yang satu lagi memang benar bertahan berabad-abad lamanya dalam perpustakaan, di rak-rak buku, dan walaupun syair itu dikenang, namun tidak ada yang tertarik untuk menyukainya atau membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEKASIHKU LAYLA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarilah, kekasihku.&lt;br /&gt;Kemarilah Layla, dan jangan tinggalkan aku.&lt;br /&gt;Kehidupan lebih lemah daripada kematian, tetapi kematian lebih lemah daripada cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah membebaskanku, Layla, dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu.&lt;br /&gt;Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah memutuskan rantai-rantaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencuba untuk membohongi dan yang telah menyelimuti rahsia-rahsia hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu di tangan kananku dan katakan pada mereka bahawa aku telah bunuh diri kerana putus asa dan cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mencintaimu, Layla, dan bukan yang lain, aku berfikir bahwa tadi lebih baik bagiku untuk mengorbankan hatiku, kebahagiaanku, kehidupanku daripada melarikan diri bersamamu pada malam pernikahanmu.&lt;br /&gt;Ciumlah aku, kekasih jiwaku... sebelum orang-orang melihat tubuhku...&lt;br /&gt;Ciumlah aku... ciumlah, Layla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Kahlil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KISAHKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan kisahku... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan, tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku: kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencintai, cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita. Jika kita bergembira, kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri. Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran, yang terbuka namun rahsia; ia hanya dapat difahami melalui cinta, hanya dapat disentuh dengan kebaikan; dan ketika kita mencuba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal wap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Kahlil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CIUMAN PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia.&lt;br /&gt;Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian-nyanyiannya.&lt;br /&gt;Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.&lt;br /&gt;Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan matra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Kahlil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUARA PENYAIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah amal soleh tumbuh subur dalam ladang hatiku.&lt;br /&gt;Aku akan menuai gandum dan membahagikannya pada mereka yang lapar.&lt;br /&gt;Jiwaku menyuburkan ladang anggur yang kuperas buahnya dan kuberikan sarinya pada mereka yang kehausan.&lt;br /&gt;Syurga telah mengisi pelitaku dengan minyaknya dan akan kuletakkan di jendela.&lt;br /&gt;Agar musafir berkelana di gelap malam menemui jalannya.&lt;br /&gt;Kulakukan semua itu kerana mereka adalah diriku.&lt;br /&gt;Andaikan nasib membelenggu tanganku dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku, maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!&lt;br /&gt;Aku seorang penyair, apabila aku tak bisa memberi, akupun tak mau menerima apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGI SAHABATKU YANG TERTINDAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan, diberi makan pada dada penurunan nilai, yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani, engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya, anak-anaknya yang masih kecil, sahabat-sahabatnya, dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya, yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan, dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan engkau, Wahai wanita yang malang, yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan. Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu, memperdayakan engkau, menanggung kemiskinanmu dengan emas. Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati, para martir bagi hukum buatan manusia. Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat, dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya, dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan putus asa, kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini, di balik persoalan, di balik awan gemawan, di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan. Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERKAHWINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKARANG, CINTA mulai menciptakan puisi dalam prosa kehidupan, untuk mencipta fikiran-fikiran masa lalu menjadi nyanyian pujian agar bersenandung siang hari dan menyanyi pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, hasrat menyingkapkan tabir keraguan dari kebingungan pada tahun-tahun yang telah berlalu.&lt;br /&gt;Dari rangkaian kesenangan, ia merajut kebahagiaan yang hanya bisa dilampaui dengan kebahagiaan jiwa ketika ia memeluk tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dua peribadi kukuh yang berdiri berdampingan untuk mempertentangkan cinta mereka dengan kedengkian dari takdir yang lemah.&lt;br /&gt;Itulah perpaduan anggur kuning dengan anggur warna lembayung untuk menghasilkan paduan keemasan, warna cakerawala saat fajar merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertentangan dua roh untuk pertentangan dan kesatuan dua jiwa dengan kesatuan. Ia adalah curahan hujan jernih dari langit murni ke dalam kesucian alam, membangkitkan kekuatan-kekuatan ladang yang penuh berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pandangan pertama dari wajah sang kekasih adalah seperti benih yang ditaburkan oleh cinta di ladang hati manusia dan ciuman pertama dari dua bibir adalah seperti bunga pertama cabang kehidupan, maka perkahwinan adalah buah pertama dari bunga pertama benih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari  Suara Sang Guru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANDANGAN PERTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.&lt;br /&gt;Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.&lt;br /&gt;Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.&lt;br /&gt;Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.&lt;br /&gt;Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYUKUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan&lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran terpahat di bibir senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Kahlil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KATA SELEMBAR KERTAS SEPUTIH SALJU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata selembar kertas seputih salju,"Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya. Pensil-pensil beraneka warna pun mendengarnya, dan mereka pun tak pernah mendekatinya. Dan selembar kertas yang seputih salju itu tetap suci dan murni selamanya -suci dan murni- dan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANYA SANG ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon pada suatu desa terpencil&lt;br /&gt;Terdapat sebuah keluarga&lt;br /&gt;Terdiri dari sang ayah dan ibu&lt;br /&gt;Serta seorang anak gadis muda dan naif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!&lt;br /&gt;Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?&lt;br /&gt;Sang ibu menjawab,"Kerana ibu lebih kuat dari ayah!"&lt;br /&gt;Sang anak terdiam dan berkata,"Kenapa jadi begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!&lt;br /&gt;Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?&lt;br /&gt;Ayah pun menjawab,"Kerana ibumu seorang wanita!!!&lt;br /&gt;Sang anak kembali terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sang anak pun kembali bertanya!&lt;br /&gt;Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?&lt;br /&gt;Dan sang ayah pun kembali menjawab," Iya, kau adalah yang terkuat!"&lt;br /&gt;Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?&lt;br /&gt;Ayah kembali menjawab,"Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!"&lt;br /&gt;"Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?" Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. "Kerana engkau adalah buah dari cintanya!&lt;br /&gt;Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau adalah segalanya buat kami.&lt;br /&gt;Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.&lt;br /&gt;Tawamu adalah tawa kami.&lt;br /&gt;Tangismu adalah air mata kami.&lt;br /&gt;Dan cintamu adalah cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sang anak pun kembali bertanya!&lt;br /&gt;Apa itu Cinta, Ayah?&lt;br /&gt;Apa itu cinta, Ibu?&lt;br /&gt;Sang ayah dan ibu pun tersenyum!&lt;br /&gt;Dan mereka pun menjawab,"Kau, kau adalah cinta kami sayang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mahu menjadi guru,&lt;br /&gt;biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri&lt;br /&gt;sebelum mengajar orang lain,&lt;br /&gt;dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri&lt;br /&gt;lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan&lt;br /&gt;daripada mereka yang hanya mengajar orang lain&lt;br /&gt;dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INDAHNYA KEMATIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahagian 1 ~ Panggilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku terbaring dalam lelapku, kerana jiwa ini telah dirasuki cinta, dan biarkan daku istirahat, kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.&lt;br /&gt;Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini, dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.&lt;br /&gt;Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian, dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.&lt;br /&gt;Biarku istirahat di ranjang ini, kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;&lt;br /&gt;Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;&lt;br /&gt;Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku, kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.&lt;br /&gt;Hapuslah air matamu, saudaraku, dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar  pagi.&lt;br /&gt;Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom  cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;&lt;br /&gt;Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.&lt;br /&gt;Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku. Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.&lt;br /&gt;Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;&lt;br /&gt;Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;&lt;br /&gt;Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku, dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUSIM BUNGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga akan nampak indah&lt;br /&gt;Ketika musim bunga bermula&lt;br /&gt;Mencium pucuk-pucuk kecilnya&lt;br /&gt;Namun kasih akan sentiasa&lt;br /&gt;Nampak indah dari bunga&lt;br /&gt;Kerana ia terus tumbuh tanpa bantuan musim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6784071697620191396-7182470212494742335?l=fianicha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianicha.blogspot.com/feeds/7182470212494742335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/halaman-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/7182470212494742335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/7182470212494742335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/halaman-2.html' title='Halaman 2'/><author><name>fian</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6784071697620191396.post-1274265569139654715</id><published>2009-06-23T16:06:00.006+07:00</published><updated>2009-06-28T15:31:17.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kumpulan karya kahlil gibran'/><title type='text'>Halaman 1</title><content type='html'>&lt;h4 class="style5"&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;ANTARA PAGI DAN MALAM HARI &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;TENANGLAH hatiku, kerana langit tak pun mendengari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, kerana bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, kerana roh-roh malam tak menghiraukan bisikan rahsiamu, dan bayang-bayang tak berhenti dihadapan mimpi-mimpi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, hatiku. Tenanglah hingga fajar tiba, kerana dia yang menanti pagi dengan sabar akan menyambut pagi dengan kekuatan. Dia yang mencintai cahaya, dicintai cahaya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah hatiku, dan dengarkan ucapanku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;DALAM mimpi aku melihat seekor murai menyanyi saat dia terbang di atas kawah gunung berapi yang meletus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat sekuntum bunga Lili menyembulkan kelopaknya di balik salju.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat seorang bidadari telanjang menari-menari di antara batu-batu kubur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat seorang anak tertawa sambil bermain dengan tengkorak-tengkorak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat semua makhluk ini dalam sebuah mimpi. Ketika aku terjaga dan memandang sekelilingku, kulihat gunung berapi memuntahkan nyala api, tapi tak kudengar murai bernyanyi, juga tak kulihat dia terbang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat langit menaburkan salju di atas padang dan lembah, dilapisi warna putih mayat dari bunga lili yang membeku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kulihat kuburan-kuburan, berderet-deret, tegak di hadapan zaman-zaman yang tenang. Tapi tak satu pun kulihat di sana yang bergoyang dalam tarian, juga tidak yang tertunduk dalam doa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Saat terjaga, kulihat kesedihan dan kepedihan; ke manakah perginya kegembiraan dan kesenangan impian?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Mengapa keindahan mimpi lenyap, dan bagaimana gambaran-gambarannya menghilang? Bagaimana mungkin jiwa tertahan sampai sang tidur membawa kembali roh-roh dari hasrat dan harapannya?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;DENGARLAH hatiku, dan dengarlah ucapanku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Semalam jiwaku adalah sebatang pohon yang kukuh dan tua, menghunjam akar-akarnya ke dasar bumi dan cabang-cabangnya mencekau ke arah yang tak terhingga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku berbunga di musim bunga, memikul buah pada musim panas. Pada musim gugur kukumpulkan buahnya di mangkuk perak dan kuletakkannya di tengah jalan. Orang-orang yang lalu lalang mengambil dan memakannya, serta meneruskan perjalanan mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;KALA musim gugur berlalu dan gita pujinya bertukar menjadi lagu kematian dan ratapan, kudapati semua orang telah meninggalkan diriku kecuali satu-satunya buah di talam perak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kuambil ia dan memakannya, dan merasakan pahitnya bagai kayu gaharu, masam bak anggur hijau.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku berbicara dalam hati,"Bencana bagiku, kerana telah kutempatkan sebentuk laknat di dalam mulut orang-orang itu, dan permusuhan dalam perutnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;" Apa yang telah kaulakukan, jiwaku, dengan kemanisan akar-akarmu itu yang telah meresap dari usus besar bumi, dengan wangian daun-daunmu yang telah meneguk cahaya matahari?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lalu kucabut pohon jiwaku yang kukuh dan tua.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kucabut akarnya dari tanah liat yang di dalamnya dia telah bertunas dan tumbuh dengan subur. Kucabut akar dari masa lampaunya, menanggalkan kenangan seribu musim bunga dan seribu musim gugur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan kutanam sekali lagi pohon jiwaku di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kutanam dia di padang yang tempatnya jauh dari jalan-jalan waktu. Kulewatkan malam dengan terjaga di sisinya, sambil berkata,"Mengamati bersama malam yang membawa kita mendekati kerlipan bintang."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku memberinya minum dengan darah dan airmataku, sambil berkata,"Terdapat sebentuk keharuman dalam darah, dan dalam airmata sebentuk kemanisan."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tatkala musim bunga tiba, jiwaku berbunga sekali lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;PADA musim panas jiwaku menyandang buah. Tatkala musim gugur tiba, kukumpulkan buah-buahnya yang matang di talam emas dan kuletakkan di tengah jalan. Orang-orang melintas, satu demi satu atau dalam kelompok-kelompok, tapi tak satu pun menghulurkan tangannya untuk mengambil bahagiannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lalu kuambil sebuah dan memakannya, merasakan manisnya bagai madu pilihan, lazat seperti musim bunga dari syurga, sangat menyenangkan laksana anggur Babylon, wangi bak wangi-wangian dari melati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku menjerit,"Orang-orang tak menginginkan rahmat pada mulutnya atau kebenaran dalam usus mereka, kerana rahmat adalah puteri airmata dan kebenaran putera darah!"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lalu aku beralih dan duduk di bawah bayangan pohon sunyi jiwaku di sebuah padang yang tempatnya jauh dari jalan waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;TENANGLAH, hatiku, hingga fajar tiba.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, kerana langit menghembus bau hamis kematian dan tak bisa meminum nafasmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dengarkan, hatiku, dan dengarkan aku bicara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Semalam fikiranku adalah kapal yang terumbang-ambing oleh gelombang laut dan digerakkan oleh angin dari pantai ke pantai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kapal fikiranku kosong kecuali untuk tujuh cawan yang dilimpahi dengan warna-warna, gemilang berwarna-warni.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sang waktu datang  kala aku merasa jemu  terapung-apungan di atas permukaan laut dan berkata,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;"Aku akan kembali ke kapal kosong fikiranku menuju pelabuhan kota tempat aku dilahirkan."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tatkala kerjaku selesai, kapal fikiranku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku mulai mengecat sisi-sisi kapalku dengan warna-warni - kuning matahari terbenam, hijau musim bunga baru, biru kubah langit, merah senjakala yang menjadi kecil. Pada layar dan kemudinya kuukirkan susuk-susuk menakjubkan, menyenangkan mata dan menyenangkan penglihatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tatkala kerjaku selesai, kapal fikiranku laksana pandangan luas seorang nabi, berputar dalam ketidakterbatasan laut dan langit. Kumasuki pelabuhan kotaku, dan orang muncul menemuiku dengan pujian dan rasa terima kasih. Mereka membawaku ke dalam kota, memukul gendang dan meniup seruling.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ini mereka lakukan kerana bahagian luar kapalku yang dihias dengan cemerlang, tapi tak seorang pun masuk ke dalam kapal fikiranku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tak seorang pun bertanya apakah yang kubawa dari seberang lautan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tak seorang pun tahu kenapa aku kembali dengan kapal kosongku ke pelabuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lalu kepada diriku sendiri, aku berkata,"Aku telah menyesatkan orang-orang, dan dengan tujuh cawan warna telah kudustai mata mereka"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Setelah setahun aku menaiki kapal fikiranku dan kulayari di laut untuk kedua kalinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku berlayar menuju pulau-pulau timur, dan mengisi kapalku dengan dupa dan kemenyan, pohon gaharu dan kayu cendana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku berlayar menuju pulau-pulau barat, dan membawa bijih emas dan gading, batu merah delima dan zamrud, dan sulaman serta pakaian warna merah lembayung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dari pulau-pulau selatan aku kembali dengan rantai dan pedang tajam, tombak-tombak panjang, serta beraneka jenis senjata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku mengisi kapal fikiranku dengan harta benda dan barang-barang lhasil bumi dan kembali ke pelabuhan kotaku, sambil berkata, "Orang-orangku pasti akan memujiku, memang sudah pastinya. Mereka akan menggendongku ke dalam kota sambil menyanyi dan meniup trompet"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi ketika aku tiba di pelabuhan, tak seorangpun keluar menemuiku. Ketika kumasuki jalan-jalan kota, tak seorang pun memerhatikan diriku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku berdiri di alun-alun sambil mengutuk pada orang-orang bahawa aku membawa buah dan kekayaan bumi. Mereka memandangku, mulutnya penuh tawa, cemuhan pada wajah mereka. Lalu mereka berpaling dariku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku kembali ke pelabuhan, kesal dan bingung. Tak lama kemudian aku melihat kapalku. Maka aku melihat perjuangan dan harapan dari perjalananku yang menghalangi perhatianku. Aku menjerit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Gelombang laut telah mencuri cat dari sisi-sisi kapalku, tak meninggalkan apa pun kecuali tulang belulang yang bertaburan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Angin, badai dan terik matahari telah menghapus lukisan-lukisan dari layar, memudarkan ia seperti pakaian berwarna kelabu dan usang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kukumpulkan barang-barang hasil dan kekayaan bumi ke dalam sebuah perahu yang terapung di atas permukaan air. Aku kembali ke orang-orangku, tapi mereka menolak diriku kerana mata mereka  hanya melihat bahagian luar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Pada saat itu kutinggalkan kapal fikiranku dan pergi ke kota kematian. Aku duduk di antara kuburan-kuburan yang bercat kapur, merenungkan rahsia-rahsianya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;TENANGLAH, hatiku, hingga fajar tiba.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, meskipun prahara yang mengamuk mencerca bisikan-bisikan batinmu, dan gua-gua lembah takkan menggemakan bunyi suaramu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba. Kerana dia yang menantikan dengan sabar hingga fajar, pagi hari akan memeluknya dengan semangat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;NUN di sana! Fajar merekah, hatiku. Bicaralah, jika kau mampu bicara!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Itulah arak-arakan sang fajar, hatiku! Akankah hening malam melumpuhkan kedalaman hatimu yang menyanyi menyambut fajar?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lihatlah kawanan merpati dan burung murai melayang di atas lembah. Akankah kengerian malam menghalangi engkau untuk menduduki sayap bersama mereka?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Para pengembala memandu kawanan dombanya dari tempat ternak dan kandang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Akankah roh-roh malam menghalangimu untuk mengikuti mereka ke padang rumput hijau?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Anak lelaki dan perempuan bergegas menuju kebun anggur. Kenapa kau tak berganjak dan berjalan bersama mereka?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bangkitlah, hatiku, bangkit dan berjalan bersama fajar, kerana malam telah berlalu. Ketakutan malam lenyap bersama mimpi gelapnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bangkitlah, hatiku, dan lantangkan suaramu dalam nyanyian, kerana hanya anak-anak kegelapan yang gagal menyatu ke dalam nyanyian sang fajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Khalil Gibran :+: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;7 ALASAN MENCELA DIRI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;pertama kali ketika aku melihatnya lemah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;padahal seharusnya ia bisa kuat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;dihadapan orang yang lumpuh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;ia memilih yang mudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;dengan mengatakan bahawa semua orang juga melakukan kesalahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kelima kali, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakannya sebagai sabar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Keenam kali, ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;padahal ia tahu, bahawa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Kahlil Gibran :+: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;SETITIS AIRMATA DAN SEULAS SENYUMAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Takkan kutukar dukacita hatiku demi kebahagiaan khalayak. Dan, takkan kutumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa. Kuingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahsia kehidupan dan hal ehwal yang tersembunyi. Seulas senyuman menarikku dekat kepada putera kesayanganku dan menjelma sebuah lambang pemujaan kepada tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Setitis airmata meyatukanku dengan mereka yang patah hati; Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwaku setelah kusaksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang. Telah kudengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis daripada melodi yang termanis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya. tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan. Setitis airmata dan seulas senyuman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Air laut menjadi wap dan naik menjelma menjadi segumpal mega. Awan terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran sungai dan kembali ke laut, rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan. Bagai setitis airmata seulas senyuman. Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai  segumpal mega diatas pergunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Menuju samudera cinta dan keindahan - kepada Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Khalil Gibran :+: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;NASIHAT JIWAKU &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar mencintai semua orang yang membenciku, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan berteman dengan mereka yang memfitnahku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku bahawa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring lelabah di antara dua bunga, dekat satu sama lain; Tapi kini dia menjadi suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari yang tiada berawal pun tiada berakhir, Melingkari semua yang ada, dan bertambah secara kekal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan mengajarku agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang, dan aku hanya melihat api yang membakar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan memintaku untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan di telingaku yang bodoh dan sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi sekarang aku belajar mendengar keheningan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Yang bergema dan  melantunkan lagu dari zaman ke zaman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahsia keabadiaan..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar memuaskan kehausanku dengan meminum anggur yang tak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Yang belum terangkat oleh tangan, dan tak tersentuh oleh bibir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Hingga hari itu kehausanku seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagianku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan memintaku mencari yang tak dapat dilihat;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan jiwaku menyingkapkan kepadaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku untuk menghirup harum tumbuhan yang tak memiliki akar, tangkai maupun bunga, dan yang tak pernah dapat dilihat mata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sebelum jiwaku menasihati, aku mencari bau harum dalam kebun-kebun,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dalam botol minyak wangi  tumbuhan-tumbuhan dan bejana dupa; Tapi sekarang aku menyedari hanya pada dupa yang tak dibakar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku mencium udara lebih harum dari semua kebun-kebun di dunia ini dan semua angin di angkasa raya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan memintaku agar tidak merasa mulia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;kerana pujian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan kerana cacian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi sekarang aku belajar;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bahawa pohon berbunga di musim bunga, dan berbuah di musim panas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan meyakinkanku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bahawa aku tak lebih tinggi berbanding cebol ataupun tak lebih rendah berbanding raksasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sebelumnya aku melihat manusia ada dua,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Seorang yang lemah yang aku caci atau kukasihani,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan seorang yang kuat yang kuikuti, maupun yang kulawan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;dalam pemberontakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi sekarang aku tahu bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;yang sama darimana semua manusia diciptakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka, dan pengembaraan mereka adalah juga milikku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bila mereka melanggar aku juga pelanggar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan bila mereka berbuat baik, maka aku juga bersama perbuatan baik mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bila mereka bangkit, aku juga bangkit bersama mereka;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bila mereka tinggal di belakang, aku juga menemani mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan memerintahku untuk melihat bahawa cahaya yang kubawa bukanlah cahayaku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Bahawa laguku tidak diciptakan dalam diriku;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kerana meski aku berjalan dengan cahaya, aku bukanlah cahaya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan meskipun aku bermain kecapi yang diikat kemas oleh dawai-dawaiku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku bukanlah pemain kecapi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku dan mengingatkanku untuk mengukur waktu dengan perkataan ini: "Di sana ada hari semalam dan di sana ada hari esok." Pada saat itu aku menganggap masa lampau sebuah zaman yang lenyap dan akan dilupakan, Dan masa depan kuanggap suatu masa yang tak bisa kucapai;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tapi kini aku terdidik perkara ini : Bahawa dalam keseluruhan waktu masa kini yang singkat, serta semua yang ada dalam waktu, Harus diraih sampai dapat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Jiwaku menasihatiku, saudaraku, dan menerangiku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan seringkali jiwamu menasihati dan menerangimu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kerana engkau seperti diriku, dan tak ada beza di antara kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kusimpan apa yang kukatakan dalam diriku ini dalam kata-kata yang kudengar dalam heningku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan engkau jagalah apa yang ada di dalam dirimu, dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti yang kukatakan ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Khalil Gibran :+: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;IBU &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Manusia yang kehilangan ibunya bererti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk ibu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan Bumi ini adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Khalil Gibran :+: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;LAGU OMBAK &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Pantai yang perkasa adalah kekasihku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan aku adalah kekasihnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kupergi padanya dengan cepat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Lalu berpisah dengan berat hati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Membisikkan selamat tinggal berulang kali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku segera bergerak diam-diam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dari balik kebiruan cakerawala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ke pangkuan keemasan pasirnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan kami berpadu dalam adunan terindah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Aku lepaskan kehausannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;di telinganya, dan dia memelukku penuh damba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Gerakku pantas diwarnai kebimbangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kala air pasang kami saling memeluk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Kala surut aku berlutut menjamah kakinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Memanjatkan doa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Menyusut kekuatanku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Tetapi aku pemuja cinta,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Mungkin kelelahan akan menimpaku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Namun tiada aku bakal binasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;:+: Khalil Gibran :+:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6784071697620191396-1274265569139654715?l=fianicha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fianicha.blogspot.com/feeds/1274265569139654715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/karya-karya-khalil-gibran-1833-1931.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/1274265569139654715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6784071697620191396/posts/default/1274265569139654715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fianicha.blogspot.com/2009/06/karya-karya-khalil-gibran-1833-1931.html' title='Halaman 1'/><author><name>fian</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
